Juventus resmi menghentikan upaya memulangkan Federico Chiesa dan mengalihkan perhatian mereka ke Daniel Maldini. Dibawah ini akan ada penjelasan sepak bola menarik lainnya di FOOTBALL UA.

Keputusan ini muncul setelah proses negosiasi dengan Liverpool tak menunjukkan kemajuan berarti. Selain faktor eksternal, pertimbangan internal terkait susunan tim di bawah Luciano Spalletti juga memengaruhi arah kebijakan transfer.
Langkah ini menunjukkan perubahan strategi Juventus. Alih-alih mengejar nama besar, klub kini menekankan keseimbangan peran dan fleksibilitas pemain dalam komposisi tim. Pendekatan ini dianggap lebih realistis untuk menjaga stabilitas lini serang dan meminimalkan tekanan kompetisi internal.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Dengan fokus baru, Juventus berharap membangun skuad yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberi ruang bagi pemain muda berkembang tanpa tersingkir oleh nama besar yang mendominasi posisi inti.
Pertimbangan Taktis dan Hirarki Tim
Beberapa pekan terakhir, Juventus memang sempat aktif membahas kemungkinan kembalinya Chiesa. Namun negosiasi soal harga dan skema transfer dengan Liverpool tidak membuahkan hasil. Selain itu, faktor teknis internal menjadi pertimbangan utama.
Kenan Yildiz kini menjadi pemain kunci di sisi kiri trisula serangan. Posisi ini juga menjadi favorit Chiesa, sehingga kehadirannya berpotensi mengganggu stabilitas formasi. Juventus membutuhkan pemain yang bersedia menerima peran cadangan fleksibel, dan Chiesa dinilai terlalu “berat” untuk posisi tersebut.
Keputusan ini mencerminkan visi baru Juventus dalam membangun tim. Klub tampak ingin menciptakan keseimbangan antara pemain senior dan muda, sehingga tim tetap kompetitif tanpa mengorbankan perkembangan talenta baru.
Baca Juga: Madrid Terpuruk Absennya Mbappe Jadi Masalah Besar
Daniel Maldini Jadi Solusi Realistis

Daniel Maldini muncul sebagai alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan Juventus saat ini. Pemain berusia 24 tahun ini terbuka untuk peran sekunder, sehingga bisa melengkapi lini serang tanpa mengganggu hirarki pemain inti.
Maldini bergabung dengan Atalanta pada Januari lalu, tetapi kesulitan menembus tim utama karena persaingan dengan Ademola Lookman dan Charles De Ketelaere. Kedatangan Giacomo Raspadori menambah ketat lini depan Atalanta, sehingga peluang bermain Maldini semakin terbatas.
Kesempatan bermain di bawah Luciano Spalletti menjadi daya tarik utama. Spalletti pernah memberinya debut senior bersama Timnas Italia, sehingga Maldini memiliki kepercayaan diri dan motivasi tinggi untuk membuktikan kemampuannya di Juventus.
Rencana Transfer dan Langkah Berikutnya
Juventus berencana merekrut Maldini dengan status pinjaman disertai opsi pembelian. Namun, Atalanta mendorong klausul kewajiban beli di akhir musim, yang akan menjadi bahan negosiasi lanjutan. Media lokal Turin memprediksi pekan depan menjadi momen penentuan transfer ini. Keputusan ini menegaskan arah strategi Juventus, yakni menjaga keseimbangan peran dalam tim dan memastikan kesinambungan skuad.
Jika berhasil, kedatangan Maldini akan memberikan fleksibilitas tambahan di lini serang Juventus sekaligus menjadi solusi jangka panjang untuk menstabilkan formasi tanpa mengorbankan peluang pemain muda berkembang. Strategi ini menekankan pendekatan realistis dibanding sekadar mengejar nama besar. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di football-ua.com.
