Real Madrid tengah menghadapi tantangan besar di lini tengah pasca kepergian Toni Kroos dan Luka Modric. Manajemen menyadari bahwa pemain yang ada saat ini belum mampu menggantikan peran kedua legenda tersebut dalam mengatur tempo permainan.
Para gelandang muda seperti Jude Bellingham, Eduardo Camavinga, Aurelien Tchouameni, Fede Valverde, dan Arda Guler memiliki kemampuan fisik dan serangan yang bagus, tetapi mereka belum menghadirkan keseimbangan taktis yang dibutuhkan. Kekosongan ini membuat permainan Madrid kurang stabil, terutama dalam menghadapi tim-tim elite Eropa.
Situasi tersebut memaksa klub untuk mengubah strategi transfer. Fokus kini bergeser pada pemain yang mampu menjadi pengatur tempo permainan, seorang “jenderal lapangan tengah” yang bisa menyatukan kreativitas dan stabilitas di lini tengah.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Target Transfer Utama Kees Smit
Nama Kees Smit dari AZ Alkmaar muncul sebagai kandidat potensial untuk mengisi kekosongan kreativitas. Pemain muda Belanda ini dinilai memiliki profil yang tepat untuk lini tengah Madrid, menggabungkan visi permainan, kemampuan mengatur ritme, dan kreativitas dalam serangan.
Minat Madrid terhadap Smit sudah muncul sejak musim panas lalu. Klub menilai pemain berusia muda ini bisa menjadi solusi jangka panjang dan investasi penting untuk menjaga daya saing tim. Namun, nilai transfer yang diminta AZ diperkirakan mencapai lebih dari €60 juta, menjadikan negosiasi tidak mudah bagi manajemen Madrid.
Selain itu, persaingan dari klub-klub besar Eropa menambah tantangan. Walaupun Bayern Munich mundur dari perburuan, klub Liga Primer seperti Arsenal dan Liverpool tetap mengawasi perkembangan Smit, siap menawar harga tinggi jika peluang muncul.
Baca Juga: Barcelona Bersiap Aktifkan Klausul Rashford untuk Kesepakatan Permanen!
Peran Jorge Mendes dalam Transfer
Keterlibatan super-agen Jorge Mendes membuat proses transfer Smit lebih kompleks. AZ menggunakan jasa Mendes untuk memastikan nilai penjualan maksimal, sekaligus memastikan negosiasi berjalan sesuai kepentingan klub Belanda.
Mendes dikenal mematok komisi besar untuk setiap transaksi, yang bisa berbenturan dengan kebijakan finansial Real Madrid. Hubungan manajemen Madrid dan Mendes juga pernah tegang, terutama terkait hengkangnya talenta akademi Madrid Paulo Iago pada 2024.
Situasi ini memaksa klub mempertimbangkan dengan hati-hati strategi negosiasi. Kesepakatan tidak hanya soal harga transfer, tetapi juga terkait komisi agen dan kondisi kontrak, yang akan memengaruhi keputusan akhir Florentino Perez.
Persaingan Ketat dari Klub Eropa
Meskipun Bayern Munich mundur, Smit tetap menjadi incaran panas di bursa transfer musim panas. Profil gelandang muda ini langka, terutama bagi klub-klub yang mengutamakan penguasaan bola dan transisi cepat.
Arsenal dan Liverpool menjadi pesaing utama yang siap menantang Madrid. Kedua klub Inggris tersebut memiliki kemampuan finansial untuk memenuhi tuntutan tinggi AZ dan berpotensi menggagalkan rencana Madrid jika negosiasi tidak mulus.
Madrid kini harus bergerak cepat, menyeimbangkan ambisi memperkuat lini tengah dengan risiko finansial dan persaingan dari klub besar lainnya. Keputusan akhir akan menentukan masa depan lini tengah Real Madrid dalam beberapa tahun mendatang. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di football-ua.com.
