Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyebut kemenangan timnya atas Salford City di Piala FA sebagai pertandingan yang membosankan. Meski menang 2-0 dan melaju ke putaran kelima, Guardiola menegaskan bahwa performa timnya kurang memuaskan. Gol bunuh diri Alfie Dorrington membawa City unggul lebih dulu, tetapi setelah itu permainan berjalan datar.
Marc Guehi menambah gol di menit-menit akhir, menutup skor menjadi 2-0. Namun, Guardiola menekankan bahwa hasil akhir tidak mencerminkan kualitas permainan. “Satu-satunya kabar baik adalah kami lolos. Itu saja,” ujarnya. Ia menilai timnya gagal membaca ruang yang ada dan serangan berjalan terlalu lambat.
Menurut Guardiola, kemenangan ini tidak menunjukkan intensitas dan kreativitas yang biasanya diharapkan dari skuad Man City. Ia menegaskan pentingnya evaluasi meski lawan dianggap lebih lemah, agar kualitas permainan tetap terjaga di semua ajang.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Rotasi Besar Tetap Bikin Performa Datar
Untuk pertandingan ini, Guardiola melakukan rotasi besar dengan sembilan pergantian pemain. Ajang Piala FA dimanfaatkan untuk memberi kesempatan pada pemain pelapis dan menjaga kebugaran skuad utama menjelang pertandingan liga yang padat.
Meskipun memberi waktu bermain bagi pemain muda dan cadangan, Guardiola menolak menjadikan kelelahan sebagai alasan. Ia menekankan bahwa tugas tim adalah tampil maksimal setiap beberapa hari, sesuai jadwal padat musim ini. “Ini pekerjaan kami. Kalender mengatakan kami harus bermain setiap beberapa hari,” jelasnya.
Masalah utama menurut pelatih asal Spanyol ini adalah tim gagal memanfaatkan celah di lini lawan. Serangan terasa datar dan tempo permainan lambat, sehingga pertandingan kehilangan intensitas. Hal ini menjadi catatan penting sebelum City kembali fokus pada persaingan Liga Inggris.
Baca Juga: Real Madrid Kejar Kees Smit untuk Perkuat Lini Tengah
Kabar Positif dari Kembalinya John Stones
Meski performa tim belum memuaskan, ada kabar baik dari lini belakang. John Stones, bek Timnas Inggris, tampil untuk pertama kalinya setelah lebih dari dua bulan absen karena cedera paha. Kehadirannya memberi tambahan opsi di jantung pertahanan Man City.
Guardiola menilai penampilan Stones cukup menjanjikan meski belum kembali ke performa terbaiknya. “Bahasa tubuhnya sangat bagus dalam hal pressing dan agresivitas,” kata Guardiola. Bek berusia 28 tahun tersebut berhasil bermain selama 65 menit, menjadi sinyal positif bagi lini belakang City.
Kembalinya Stones diharapkan memberi stabilitas tambahan di jantung pertahanan. Guardiola juga menilai pengalaman Stones akan membantu pemain muda dan cadangan dalam menjaga keseimbangan tim selama jadwal padat.
Fokus Perbaikan Menjelang Liga Inggris
Guardiola menegaskan bahwa evaluasi harus dilakukan segera agar tim tampil lebih baik di ajang Liga Inggris. Kekalahan mental atau performa datar tidak bisa diterima, meskipun lawan lebih lemah. Tim harus bisa membaca ruang dan memanfaatkan peluang dengan lebih cepat dan efektif.
Rotasi pemain akan tetap digunakan, tetapi intensitas dan kreativitas harus terjaga. Guardiola percaya bahwa memperbaiki masalah ini akan meningkatkan performa keseluruhan tim. Hal ini menjadi persiapan penting menjelang pertandingan-pertandingan penting liga.
Man City kini melanjutkan fokus mereka pada kompetisi utama, sambil memanfaatkan laga Piala FA sebagai ajang rotasi dan latihan intensitas tinggi. Guardiola menegaskan bahwa target tetap tinggi memenangkan semua kompetisi sambil menjaga kualitas permainan yang diharapkan para penggemar. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di football-ua.com.
