Akhir Perjalanan Raheem Sterling di Stamford Bridge

Bagikan

Raheem Sterling resmi mengakhiri petualangannya bersama Chelsea pada Kamis, 29 Januari 2026. Klub London Barat mengumumkan kesepakatan pemutusan kontrak secara bersama-sama. Meskipun masih memiliki sisa kontrak 18 bulan dengan gaji 325 ribu pound per pekan, kedua pihak memutuskan berpisah demi kepentingan terbaik.

Akhir Perjalanan Raheem Sterling di Stamford Bridge

Chelsea menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sterling atas kontribusinya selama tiga setengah musim. Pernyataan resmi klub juga mendoakan yang terbaik bagi winger 31 tahun itu dalam tahap berikutnya di kariernya. Keputusan ini menandai akhir perjalanan yang penuh dinamika bagi pemain yang pernah menjadi bintang Liverpool dan Manchester City itu.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Sterling bergabung dengan Chelsea pada 2022 dengan mahar 47,5 juta poundsterling. Kedatangannya sempat menjadi simbol ambisi besar Chelsea di bawah kepemilikan Todd Boehly dan Clearlake Capital. Namun, perjalanan kariernya di Stamford Bridge tidak berjalan mulus sebagaimana yang diharapkan.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Karier yang Tak Mulus di Chelsea

Selama di Chelsea, Sterling mencatat 81 penampilan dan mencetak 19 gol di semua kompetisi. Ia terakhir kali tampil kompetitif pada Mei 2024, sebelum tersisih dari skuad utama. Pemain asal Inggris ini bahkan harus berlatih terpisah dengan kelompok yang dikenal sebagai “bomb squad” di pusat latihan Cobham.

Perubahan pelatih juga memperburuk situasinya. Dengan Enzo Maresca sebagai manajer baru, Sterling tidak masuk rencana tim utama. Beberapa klub seperti Juventus, Bayer Leverkusen, dan Fulham sempat menunjukkan minat, tetapi transfer tersebut tidak terwujud.

Musim lalu, Sterling dipinjamkan ke Arsenal, namun masa peminjamannya gagal membangkitkan kembali performa terbaiknya. Situasi ini menunjukkan bagaimana perubahan internal Chelsea memengaruhi karier pemain sekaliber Sterling.

Baca Juga: Juventus Alihkan Target Transfer dari Chiesa ke Maldini

Transfer Ambisius yang Berujung Pahit

Akhir Perjalanan Raheem Sterling di Stamford Bridge

Kedatangan Sterling pada 2022 menjadi salah satu transfer simbol ambisi Chelsea. Ia menandatangani kontrak lima tahun dengan gaji tinggi dan bahkan memindahkan keluarganya ke London. Sayangnya, perubahan kepemilikan dan pergantian pelatih membuat kondisi berubah drastis.

Dalam dua musim pertamanya, Sterling harus bekerja di bawah empat pelatih berbeda: Tuchel, Graham Potter, Frank Lampard, dan Mauricio Pochettino. Chelsea pun hanya finis di peringkat 12 dan 6 Premier League pada periode tersebut, jauh dari harapan.

Perjalanan ini menunjukkan betapa ambisi transfer tinggi bisa berakhir pahit ketika dinamika klub berubah. Sterling menghadapi tantangan besar untuk membuktikan dirinya kembali di level tertinggi.

Babak Baru dan Peluang Masa Depan

Meski kontraknya diputus, Sterling belum kehabisan opsi. Pemain yang mengawali karier profesional di Liverpool dan telah mengoleksi 13 trofi itu dikabarkan ingin tetap berada di London, namun tetap terbuka bermain di klub manapun, baik di Inggris maupun luar negeri. Fokus utama Sterling kini adalah mencari klub yang memberinya kesempatan bangkit dan menampilkan performa terbaiknya.

Dengan pengalaman dan kualitas yang dimiliki, ia masih memiliki peluang untuk bersinar kembali di level tinggi. Babak baru dalam karier Sterling menandai awal perjalanan lain, di mana ia bisa membuktikan diri lagi sebagai winger berkelas. Chelsea sudah berpisah, tetapi cerita karier Raheem Sterling masih jauh dari selesai. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di football-ua.com.